Sabtu, 09 Februari 2013

Allah Mencintaimu Karena Seekor Lalat


 Allah Mencintaimu Karena Seekor Lalat


Abu Hurairah bercerita, Rasulullah SAW berpesan kepadaku, ”Wahai Abu Hurairah, sayangilah semua makhluk Allah, maka Allah akan menyayangimu dan menjagamu dari neraka pada hari kiamat”.
 Aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku pernah menyelamatkan seekor lalat yang jatuh ke air.”

Jawab Rasulullah SAW, “Allah mencintaimu, Allah mencintaimu, Allah mencintaimu”.

Mimbar di Atas Unta


Terkisahkan, suatu ketika Rasulullah melihat seseorang yang duduk di atas punggung unta di tengah-tengah pasar sambil berbicara kepada orang-orang.

Rasulullah kemudian menegur orang itu : “Jangan gunakan punggung binatang liarmu itu sebagai mimbar, karena Allah SWT telah membuatnya tunduk kepadamu agar ia bisa membawamu pergi dari satu tempat ke tempat lain yang tidak dapat kamu capai kecuali dengan badan yang letih”

(Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abu Dawud)

Unta, Sahabat dalam Perjalanan


Unta, Sahabat dalam Perjalanan


Nabi memperlakukan binatang tunggangannya  tidak sebagai kendaraan belaka, melainkan sebagai sahabat dalam perjalanan, selayak sahabat manusia yang menemani.

Lihatlah betapa tingginya perhatian beliau terhadap binatang tunggangannya sampai-sampai beliau berpesan seperti ini :

“Ketika kamu melakukan perjalanan melalui sebuah daerah yang subur, maka perlambatlah agar unta-untamu sempat makan rumput. Dan jika kamu melewati sebuah wilayah yang tandus dan kering, percepatlah langkahmu untuk menyedikitkan rasa lapar yang menimpa binatang-binatang itu.” (HR Muslim)

Luar biasa!

Kucing Makan Bubur


Kucing Makan Bubur



Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya menceritakan, bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Sesampai sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Aisyah memberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Hingga datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.

Ketika melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah membersihkan bagian yang dimakan hewan tersebut,  lalu memakan sisanya.

Kucing Minum dari Bejana (2)


Kucing Minum dari Bejana (2)


Ali bin Al-Hasan dan Anas menceritakan bahwa Rasulullah SAW pergi ke Bathhan, suatu daerah di Madinah. Di sana Rasul berkata, “Hai Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana”

Anas menuangkan air ke dalam bejana. Ketika sudah selesai, Rasul menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati air yang berada dalam bejana tersebut.

Melihat hal itu, Rasul berhenti, sampai kucing tersebut berhenti minum dari air bejana. Kemudian dia berwudhu dengan air dalam bejana yang baru saja di minum si kucing.

 Ketika ditanya mengenai kejadian tersebut, Beliau menjawab :
“Wahai Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga. Ia tidak dikotori sesuatu, dan tidak najis”

Kucing di Tempat Wudhu


Kucing di Tempat Wudhu


Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan, bahwa Abu Qatadah – mertua Kabsyah – masuk ke rumahnya lalu menuangkan air untuk wudhu. Tiba-tiba  datang seekor kucing yang ingin minum. Lalu ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah!”

Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”

Ia menjawab, “Ya”

Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)”.

(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Muezza Kucing Nabi


Muezza Kucing Nabi


Nabi Muhammad SAW memiliki kucing peliharaan yang bernama Muezza. Setiap menerima tamu,  beliau menggendong muezza dan meletakkan di pahanya. Beliau pernah berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Salah satu sifat Muezza yang paling Nabi sukai adalah selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah suaranya seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Pernah saat Rasul mau mengambil jubahnya, ternyata Muezza sedang tidur di atasnya. Karena tidak ingin membangunkannya, Rasul memotong belahan lengan yang di tiduri oleh Muezza.

Apabila Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan mengelus-elus majikannya. Sebagai balasan, Nabi mengusap lembut tubuh Muezza.